Tampilkan postingan dengan label 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 Agustus 2014
Beternak Tanpa Ratu 3
Selamat malam semua..semoga malam ini istirahat anda tenang, esok hari bangun dalam keadaan bugar untuk memulai aktifitas baru. Bagi sebagian teman-teman yang lagi sakit semoga lekas sembuh, Amin...!!!
Melanjutkan postingan Beternak Tanpa Ratu Bagian 2 pemaparan sampai pada bagian
" Kenapa kalau di alam bebas sarang yang tanpa ratu hanya Induk / Ratu pengganti keadaanya baik-baik saja...lain halnya pada saat kita tangkarkan di dalam toples / wadah lain pada saat pupa berubah fase menjadi calon ratu timbul perkelahian sesama koloni ( Satu Koloni )
Jawabannya adalah kalau di alam bebas induk / ratu pengganti sudah melakukan tindakan ( Take Action ) sebelum terjadi perkelahian sesama / satu koloni. Dengan memindahkan pupa yang akan mengalami fase menjadi calon ratu ke sarang lain ( Sarang pengganti ). Biasanya letaknya di pohon pada bagian atas sarang utama, ciri sarangnya ada pada bagian pucuk / daun muda. Apabila kita petik terasa lebih berat. Biasanya pada musim Pancaroba hal ini kita jumpai.
Terus bagaimana cara kita mensiasati di dalam toples tangkaran kita ?
Caranya di bilang mudah ya mudah di bilang susah ya memang susah karena butuh trik pemindahan secara tepat dengan melihat ciri fisik antara calon ratu dengan pasukan semut prajurit - pekerja. Kalau kita asal pindah. Saya bisa yakini 100 % calon ratu anda sebagian besar akan di bantai massal.
Kendala selanjutnya bagi anda yang ma memindahkan calon - calon ratu ke toples lain akan menemui kendala yakni semut prajurit - pekerja akan menyemburkan zat feromon ke udara dengan volume banyak ( Kekuatan Pamungkas ). Anda akan mencium bau sangat menyengat khas semut rangrang tidak seperti biasanya. Dan semut-semut prajurit- pekerja kalau sudah menyemburkan zat feromon pamungkas akan terlihat terkait satu dengan yang lain sambung menyambung menjadi satu seperti seonggok tembakau. Badan mereka akan lemas. Dan kalau anda tidak segera melakukan tindakan antisipasi semut-semut tangkaran anda akan mengalami kematian massal.
Kenapa hal ini bisa terjadi ?
Hal ini bisa terjadi karena induk pengganti/ Ratu pengganti eks semut pengawal ratu asli akan mengirimkan sinyal kondisi sangat bahaya. Sinyal tersebut akan di respon secara massal oleh semut-semut prajurit-pekerja dengan tindakan menyemburkan zat feromon pamungkas ke udara. Dengan harapan pengganggu asing akan mati.Tapi bila zat feromon itu di keluarkan terus menerus dengan volume banyak serta tanpa henti bisa fatal akibatnya bagi semut-semut prajurit - pekerja itu sendiri sama halnya dengan bunuh diri massal. Semut-semut itu mengalami kematian karena senjata makan tuan.
Kenapa induk pengganti / ratu pengganti mengirimkan sinyal tanda sangat bahaya kepada anak buahnya ..?
Pada postingan terdahulu sudah di jelaskan induk / ratu pengganti akan melindungi calon ratu asli dari segala sesuatu yang membahayakan ( Kita pada saat mau memindah calon ratu di anggap musuh ) sampai usia mereka dewasa serta mengalami berkali kali fase. Induk pengganti akan mengawal mereka selalu setiap saat.
Bagaimana cara memindahkan calon-calon ratu agar tidak di bantai sebagian semut prajurit-pekerja di sisi lain agar induk / ratu pengganti tidak mengumumkan perang terhadap mahluk asing dengan mengirim sinyal tanda sangat bahaya....??
Caranya...Anda harus memindahkan induk / ratu pengganti sebagian ke toples yang akan di tempati calon ratu asli. ( Ciri fisik dan lain-lain silahkan anda baca pada postingan terdahulu tentang siapakah Induk / Ratu pengganti dan bagaimana ciri fisiknya ). Jika anda memahami ciri fisik kematian massal terhadap calon ratu juga kematian massal terhadap semut prajurit - pekerja dapat terhindari.
Demikian postingan kali ini tentang Beternak Tanpa Ratu. Ketemu lagi pada postingan lain
Semoga bermanfaat..!!!
Salam Hormat
BAGI MEMBER REPUBLIK KROTO ( LKP. LASKAR KROTO ) BILA ADA YANG KURANG JELAS / BELUM ANDA FAHAMI PENJELASAN DETAIL BISA ANDA DOWLOAD DI LINK YANG SUDAH KAMI SEDIAKAN ( LINK DAN PASSWORD BISA ANDA DAPATKAN DENGAN MENGHUBUNGI 0853 3035 3327 . JANGAN LUPA SEBUTKAN NAMA, ALAMAT SEPERTI DATA PERTAMA KALI ANDA ORDER E-BOOK DAN BIBIT KEPADA KAMI . TERIMA KASIH )
Senin, 16 Desember 2013
Kisah Benar!! Pulang Ke Rumah Setelah 3 Hari Dikuburkan

Datuk tersebut bernama Faizal (75). Dia dikuburkan pada Sabtu 15 Januari lalu pukul 15.00 ptg. namun pada hari Isnin 18 Januari pada pukul 15.30 ptg tiba-tiba dia pulang ke rumah.
Faizal tiba di rumah dengan dihantar oleh tentangganya. Keluarga yang sedang mempersiapkan majlis doa tahlil lari ketakutan melihat datuk itu pulang dihantarkan tetangga.
Afrizon (35), anak Faizal bercerita, ketika ayahnya pulang orang yang datang ke rumah ingin membaca doa bersama langsung lari ketakutan.
“Mereka takut kerana ayah kan sudah dimakamkan tiga hari lalu,” katanya pada okezone Kejadian bermula, ketika Afrizon melihat di media ada mayat tak dikenal di rumah mayat RSUP dr Djamil Padang yang ditemukan di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
“Saya melihat gambar mayat itu mirip bapak saya, dan pada Sabtu kira-kira pukul 02.00 saya datang ke hospital itu dan memeriksa keadaan mayat tersebut, ciri-cirinya mirip dengan bapak saya,” tuturnya.
Ciri-ciri yang meyakinkan mirip dengan bapaknya itu pelipis kiri ada bekas goresan luka, pergelangan tangan kirinya ada jejak patah tulang, serta di celah-celah jari manis dan jari tengah ada peluru yang masih tertanam dan sudah menyatu dengan dagingnya.
Sementara bahagian dada ada bekas tembakan peluru dan begitu juga di perut ada bekaspembedahan. “Begitu pula wajahnya dan rambutnya mirip dan pakaian yang dikenakan juga sangat mirip, membuat saya percaya bahawa itu bapak saya,” katanya.
Pihak hospital juga tidak memiliki identiti mayat yang ditemukan polis itu, kemudian pada Sabtu g Afrizon bersama saudara lain mendatangi hospital itu untuk memeriksa kembali dan mereka setuju bahawa itu ayah mereka.
“Pada pukul 14.30 ptg mayat dimandikan dan langsung dikafani serta dibawa ke rumah. Pukul 15.00 ptg mayat yang sudah sampai di rumah langsung di kebumikan di tanah kelurgayang tak jauh dari rumah,” ulasnya. -okezone
GREENBOC
Langganan:
Postingan (Atom)